Senin, 12 November 2012

kimiaunsurkotoranayam



Kotoran Ayam
Oleh :Anissa Marleen Fitriyani. XII IPA 1 .
MAN 2 Cirebon
Kotoran ayam secara umum terdiri dari sisa pakan yang tidak tercerna seperti selulosa (karbohidrat), lemak, protein dan unsur anorganik. Protein yang terkandung di dalam kotoran merupakan sumber utama nitrogen. Jumlah dan komposisi kotoran yang dihasilkan oleh ayam bervariasi dan sangat dipengaruhi oleh umur, ras, dan jenis pakan. Pada kotoran ayam menimbulkan gas berbau menusuk dan tidak sedap. Pencemaran bau itu berasal dari unsur Nitrogen (N) dan Sulfida yang terkandung dalam kotoran ayam, karena selama proses dekomposisi anaerob ( tanpa pengelolaan dengan kecukupan aerasi ) akan terbentuk gas ammonia ( CH4 ) , nitrit dan gas hydrogen sulfida.
Kotoran ayam dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat sekitarnya , karena kotoran ayam mengandung gas amonia. Gas amonia ini dapat menyebabkan iritasi mata serta gangguan saluran pernafasan. Karenanya kotoran ayam yang dikeluarkan mengandung unsure Nitrogen ( N ) , Phosphate ( P4O5 ), Kalium ( K2O ). Adapun terdapat pula yang berasal dari unsur organiknya yaitu amino acid, protein , dan lain-lain .
Diperkirakan seekor ayam broiler menghasilkan kotoran setiap harinya sebanyak 0,15 kg yang mengandung 1,7% nitrogen, 0,16% fosforus, dan 0,58% kalium. Komposisi rata-rata kotoran ayam pedaging berdasarkan bobot basah disajikan pada Tabel 2.

Nama Unsur
Kandungan unsur kotoran

Minimum
Maksimum

Rata-rata
Total N (%)

0,89
5,80
2,94
NH4-N
0,08
1,48
0,75
P2O5
1,09
6,14
3,22
K2O (%)
0,63
4,26
2,03
Ca (ppm)
0,51
6,22
1,79
Mg (ppm)
0,12
1,37
0,52
Sulfida (ppm)
0,07
1,05
0,52
Mn (ppm)
66,00
579,00
266,00
Zn (ppm)
48,00
583,00
256,00
Cu (ppm)
16,00
634,00
283,00
Sumber pencemaran dari usaha peternakan ayam berasal dari kotoran ayam yang berkaitan dengan unsur nitrogen dan sulfida yang terkandung dalam kotoran tersebut, yang pada saat penumpukan kotoran atau penyimpanan terjadi proses dekomposisi oleh mikroorganisme membentuk gas amonia, nitrat, dan nitrit serta gas sulfida. Gas-gas tersebutlah yang menyebabkan bau.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar